Rabu, 21 Maret 2018 | 20:59 WIB

Andrea Dovizioso Gertak Ducati, Buka Komunikasi dengan Honda dan Suzuki Untuk 2019

afreireas wijawan
Andrea Dovizioso Gertak Ducati, Buka Komunikasi dengan Honda dan Suzuki Untuk 2019 Andrea Dovizioso mulai bosan jadi pembalap bayangan, menuntut penghargaan dari Ducati. (roadracingworld.com)

Losail, wartamotor - Status Andrea Dovizioso bertahun-tahun di Kelas Para Raja cuma jadi bayangan. Tapi, 6 kemenangan di 2017 yang mengantarnya finish kedua di klasemen akhir, ditambah juara di seri pembuka musim 2018 membuat Italiano itu merasa punya harga lebih. Kini Dovi, menantang Ducati jika ingin mempertahankannya.

Kalau melihat jejak kariernya, joki kelahiran 23 Maret 1986 itu memang tidak terlalu spesial. Setelah naik pangkat dari GP125 sebagai juara dunia pada 2004, Dovi tiga jadi bayangan para juara dunia GP250. Ya, doi cuma bisa mengakhiri musim di urutan ke-3 dan ke-2.

Toh sebenarnya peluang Dovi saat promosi ke kelas puncak, MotoGP, pada 2008, sangat bagus. Setelah semusim di tim satelit Honda Scot, doi langsung ditarik Repsol Honda menemani Dani Pedrosa. Dovi pun tiga musim di tim pabrikan Kepak Sayap Tunggal. Tapi, selama itu juga Dovi cuma jadi bayangan. Setelah Pedrosa jadi rider kedua Repsol Honda, Dovi tidak naik pangkat, karena Tim Oranye itu merekrut Casey Stoner sebagai andalan.

Merasa jadi anak tiri, Dovi pun melirik Yamaha. Doi rela turun pangkat ke tim satelit Yamaha Tech3. Justru di Tech2 ia menggapai prestasi lebih baik, finish di urutan ke-4 klasemen akhir 2012. Makanya, Ducati pun menariknya ke tim pabrikan mereka.

Andrea Dovizioso

Tetapi, lagi-lagi Dovi tidak bisa dibilang Numero Uno di Tim Merah. Di awal genjot GP13, Dovi jadi pengawal Almarhum Nicky Hayden. Lalu, dipasangkan dengan Cal Crutchlow dan disambung Andrea Iannone pun, ia tidak jadi raja di Ducati. Bahkan, ketika sudah menunggangi Desmosedici selama 5 tahun, Dovi tetap jadi bayangan ketika Jorge Lorenzo masuk ke Tim Merah, tahun lalu.

Yang lebih menyakitkan Dovi, ia tau gaji Lorenzo di Ducati berlipat-lipat lebih besar darinya. Kabarnya, Lorenzo diganjar 12 juta Euro selama 2017, sementara Dovi hanya dibayar 2 juta Euro!

Nah, dengan prestasinya belakangan ini, ditambah melempemnya Lorenzo, Dovi merasa punya posisi tawar lebih baik. Mengutip dari motorsport.com, sumber dekat Dovi menyatakan, “Dovi ingin merasa dihargai. Dia tidak mau lagi dengar alasan kenapa teman setimnya  mendapat bayaran lebih banyak.”

Apalagi, usai 2018 ini, kontraknya dengan Ducati akan berakhir. Dovi pun memancing Ducati. Caranya, ia membuka komunikasi dengan Suzuki dan Honda. Alasannya, Suzuki tidak puas dengan penampilan Andrea Iannone. Sementara, Honda butuh pendamping Marc Marquez lantaran Dani Pedrosa akan ditendang musim depan.

Tapi, sepertinya itu hanya gertak sambal dari Dovi. Sebab, hanya di Ducati lah ia punya peluang jadi juara dunia MotoGP. Kecuali, Dovi ingin selamanya jadi pembalap bayangan. Enaknya sih, kita buktiin bareng dengan nonton bareng di RCB Nobar MotoGP 2018 yang akan dimulai di Solo, 5 Mei mendatang. Soalnya, di acara itu, bakal ada doorprize 1 unit motor dan tiket nonton MotoGP Malaysia 2018. (Afreireas Wijawan)


Artikel Terkait: