Selasa, 20 Maret 2018 | 22:27 WIB

Di Balik Perpanjangan Kontrak Valentino Rossi dan Ditendangnya Johann Zarco dan Tech3 Oleh Yamaha

Lin Jarvis Ungkap Rencana Besar Patahkan Dominasi Marc Marquez dan Honda

afreireas wijawan
Lin Jarvis Ungkap Rencana Besar Patahkan Dominasi Marc Marquez dan Honda Franco Morbidelli dipersiapkan Yamaha untuk gantikan Rossi dan patahkan dominasi Marc Marquez

Podium ketiga Valentino Rossi pada seri 1 musim 2018 di Losail sebenarnya sudah buktikan Yamaha benar sudah menambah kontrak The Doctor untuk 2 tahun ke depan. Tapi, mengingat usia Vale sudah 41 saat kontrak baru itu berakhir, jelas tak cuma prestasi yang membuat Rossi berpeluang meraih gelar juara dunia ke-10 di musim 2018 ini yang jadi alasan kubu Garputala mempertahankannya.  Apalagi, keputusan pertahankan Rossi berbuntut perginya Tech3 bersama Johann Zarco yang sudah menunjukkan potensi sebagai pasukan satelit Yamaha. Rupanya, di balik itu, skuad asuhan Lin Jarvis itu punya rencana besar untuk mengakhiri era kejayaan Marc Marquez bersama Repsol Honda.

Hal ini terkuak ketika tim satelit Honda, Marc VDS menyatakan, 2019 akan menggantikan posisi Tech3, yang memilih bergabung dengan KTM. Ya, karena Marc VDS membawa Franco Morbidelli. Italiano, rookie juara Moto2 2017 inilah yang jadi penyebab semua keputusan Lin Jarvis.

MotoGP mania pasti sudah mendapat gambaran keterkaitannya. Kan Morbidelli itu anak asuh Valentino Rossi. Dia lulusan VR46 Academy. Jelaslah, betapa pentingnya Rossi buat Yamaha.

Valentino Rossi dan Franco Morbidelli - motorsport.com Valentino Rossi sudah mempersiapkan 'takhtanya' di Yamaha turun pada 'Putra Mahkota', Franco Morbidelli. (motorsport.com)

Gimana nggak penting, soalnya, setelah Tech3 mengumumkan cerai dengan Yamaha, tim Avintia dan Angel Nieto sudah menyatakan minat menggantikannya. Tapi mereka mundur teratur setelah kubu Marc VDS datang melamar Yamaha. Avintia dan Angel Nieto sadar, bahwa akan ada campur tangan Rossi untuk memperebutkan jatah M1 untuk tim satelit.

Dan, Lin Jarvis pun tanpa sungkan mengakuinya. “Kami punya hubungan khusus dengan VR46 Academy,” ungkap Jarvis. “Kami menganalisa pasar (pembalap, red) secara umum. Dan kami punya perjanjian dengan struktur VR46 Academy. Idenya, kami mendapatkan salah satu pembalap VR46 Academy di waktu yang tepat. Contohnya, Morbidelli. Kami dapatkan kesempatan itu dan kami sangat tertarik padanya,” lanjutnya.

Lin Jarvis dan Valentino Rossi - motorcyclesport.net Lin Jarvis akui Yamaha sudah punya kontrak khusus dengan VR46 Academy. (motorcyclesport.net)

Terkait terdepaknya Tech3 yang menginginkan YZR-M1 spek pabrikan untuk Johann Zarco dan Jonas Folger, Jarvis pun lugas mengakui itu bagian dari skenario. “Tech3 sudah mengikat kontrak dengan Jonas dan Johann. Sementara, kami sudah memiliki Rossi dan Vinales. Jadi, kami tidak punya lagi motor untuknya (Zarco, red),” ujar Jarvis santai.

Jarvis pun mengakui, nasib Tech3 mungkin berbeda, jika Herve Poncharal mengontrak Francesco Bagnaia. “Bagnaia adalah contoh menarik lainnya. Karena kami juga mempertimbangkan untuk memakainya,” pungkasnya.

Jika skenarionya seperti itu, bukan mustahil, 2020 nanti, Rossi akan memimpin tim satelit Yamaha dengan joki Morbidelli dan Bagnaia. Tapi, sampai saat itu terjadi, Morbidelli dan Bagnaia wajib membuktikan mereka layak jadi andalan Yamaha mematahkan dominasi Marquez dan Repsol Honda. Sambil nungguin pembuktiannya, siap-siap deh, untuk nonton bareng dengan RCB yang pertama bakal digelar di Solo, 5 Mei nanti. Ada grand doorprize berupa sebuah motor dan 1 tiket nonton langsung MotoGP di Sepang! (Afreireas Wijawan)


Artikel Terkait: